Mulai Populer di Kalangan Petani, Ini Kelebihan dan Kekurangan Metode Green House

Sariagri - Green House merupakan salah satu teknik penanaman yang belakngan mulai banyak dilirik oleh petani. Bahkan, pemerintah juga mulai mendorong petani untuk melakukan metode ini dalam proses produksi pertanian.

Berita Pertanian - Menurut Prof. Sobir, ahli pertanian dari IPB, semua jenis tanaman dapat ditanam menggunakan teknik ini. Namun, kebanyakan petani hanya menanam jenis sayuran dengan harga relatif tinggi yang ditanam dengan metode greenhouse.

“Semua (tanaman) bisa ditanam di greenhouse, tapi greenhouse itu terlalu mahal. Jadi hanya sayur-sayur yang harganya relatif mahal yang ditanam di greenhouse gitu. Kaya tomat, paprika dan lainnya,” kata Sobir saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan ada kekurangan dan kelebihan dalam menjalankan teknik greenhouse dalam pertanian. Berikut, kelebihan dan kekurangan melakukan metode greenhouse dalam saat bercocok tanam.

Kelebihan

Tidak mudah terkena hujan dan dapat mengontrol penyakit pada tumbuhan. Sayuran yang ditanam di green house tidak akan terkena air hujan, sehingga penyakit dapat dikenadalikan. Selain itu, Proses pemupukan juga lebih efisien.

Teknologi Pertanian - Kualitas dan kuantitas produksi lebih baik. Metode greenhouse juga dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi petani. Karena sayuran yang ditanam di green house jumlah produksinya lebih tinggi di tanam di lapangan. Kualitas dan hasil produknya lebih bagus kalau di greenhouse.

Kekurangan

Perlu dana yang besar untuk membangun greenhouse. Membuat sebuah greenhouse memerlukan dana yang terbilang tinggi. Karena teknologi yang dilakukan juga berbeda dengan tanah lapang. Alat Pertanian Tak heran, hanya sayuran kualitas tinggi yang ditanam dengan metode ini.

Biaya operasional yang tinggi. Karena teknologi yang digunakan berbeda, biaya operasional perawatan juga terbilang cukup tinggi. Seperti untuk membasmi penyakit tanaman dan juga biaya tenaga kerja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama